PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi SensorikPsikologi Persepsi

Adaptasi Warna

color adaptation

Ringkasan Singkat

Adaptasi warna adalah perubahan kepekaan sistem visual terhadap warna tertentu setelah paparan yang berkepanjangan terhadap stimulus berwarna tersebut.

Adaptasi warna (color adaptation) adalah fenomena persepsi visual di mana kepekaan sistem visual terhadap warna tertentu berkurang setelah paparan yang berkepanjangan terhadap stimulus berwarna tersebut. Ini adalah mekanisme adaptif yang membantu sistem visual kita untuk terus merespons perubahan warna di lingkungan dan mempertahankan stabilitas persepsi warna meskipun kondisi pencahayaan berubah.

Sebagai contoh, jika seseorang menatap objek merah terang selama beberapa waktu dan kemudian melihat permukaan netral (putih atau abu-abu), mereka mungkin akan melihat bayangan "citra setelah" (afterimage) berwarna sian (warna komplementer dari merah). Ini terjadi karena fotopigmen di sel kerucut retina yang paling responsif terhadap cahaya merah menjadi lelah, sehingga sistem visual menjadi lebih sensitif terhadap warna komplementer. Adaptasi warna merupakan bukti kunci yang mendukung teori proses lawan (opponent-process theory) persepsi warna, yang menjelaskan bagaimana warna-warna diproses dalam pasangan yang saling berlawanan.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • American Psychological Association. (n.d.). Color adaptation. In APA Dictionary of Psychology. Retrieved from https://dictionary.apa.org/color-adaptation
  • Hurvich, L. M., & Jameson, D. (1957). An opponent-process theory of color vision. Psychological Review, 64(6, Pt. 1), 384–404.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback